Way Kanan, MTsN 1 (Humas) — Pembiasaan membaca Asmaul Husna dan murojaah Juz 30 kini semakin digalakkan di lingkungan sekolah sebagai upaya membentuk karakter religius siswa sekaligus meningkatkan minat dalam menghafal Al-Qur’an. Program ini dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, dengan harapan mampu menanamkan kecintaan terhadap ayat-ayat suci sejak dini. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh khidmat dan semangat Rabu 08/04/2026.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembacaan, tetapi juga pada pemahaman makna dari Asmaul Husna serta penguatan hafalan Juz 30 melalui metode murojaah. Guru-guru memberikan bimbingan secara konsisten agar siswa mampu menghafal dengan baik dan benar. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, siswa diharapkan dapat mencapai target hafalan secara bertahap.
Menurut Kepala MTs N 1 Way Kanan pembiasaan ini menjadi salah satu strategi efektif dalam memotivasi siswa agar gemar menghafal Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mencetak generasi yang memiliki bekal sebagai calon tahfizul Qur’an di masa depan. Dengan adanya motivasi yang kuat, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, pembiasaan ini dinilai mampu menjadi modal penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta akhlak mulia. Hal ini menjadi bekal berharga bagi mereka ketika kelak terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain memberikan pahala, kegiatan ini juga menciptakan suasana religius yang positif di sekolah. Kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus diyakini dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Lingkungan yang mendukung turut memperkuat semangat siswa dalam menjaga hafalan dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.
“Pembiasaan ini sangat penting untuk masa depan siswa. Selain menjadi ladang pahala, juga menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat kelak,” ujar Azharuni ketika selesai menjalankan tugasnya.